Thursday, November 22, 2012

Apa itu Nand Flash Memory? lengkap dengan penjelasannya


Memori ini biasanya digunakan dalam kartu NAND Flash Memory adalah sebuah Memori kilat (flash memory) sejenis EEPROM yang mengizinkan banyak lokasi memori untuk dihapus atau ditulis dalam satu operasi pemrograman. Istilah awamnya, dia adalah suatu bentuk dari chip memori yang dapat ditulis, tidak seperti chip memori akses acak atau RAM, memori ini dapat menyimpan datanya tanpa membutuhkan penyediaan listrik. memori, USB flash drive,  pemutar MP3, kamera digital, dan telepon genggam.







               A)  Teknologi penyimpanan yang digunakan pada NAND Flash Memory adalah :
Penyimpanan yang bersifat Non-Volatile, artinya dapat menyimpan data secara permanen dan memiliki teknologi digital seperti RAM sehingga berkecepatan tinggi.

B) Arsitektur media penyimpanan yang digunakan pada NAND Flash Memory terdapat pada chip memori flash NAND mempunyai dua tingkat struktur hirarkis. Pada tingkat terendah, bit disusun ke dalam pages/ halaman, biasanya masing-masing 2 KB. Pages/ halaman adalah unit dari read and write dalam NAND flash.

C) Sistem kerja (proses baca dan tulis) media penyimpanan yang digunakan pada NAND Flash Memory adalah :  Dalam proses membaca dan menulis data dilakukan di unit halaman seperti blok lain devices seperti hard disk. Namun, ada perbedaan besar antara NAND flash memori dan disk lainnya seperti block device. Artinya, waktu akses dari flash NAND memori yang sangat cepat dan seragam sedangkan disk jauh lambat dan tidak teratur. Dan dalam rangka untuk memulai sebuah operasi I/O, sebuah perintah menetapkan pages ID yang dikirim ke memori flash controller, yang menetapkan waktu setup tetap berkaitan dengan pelepasan jumlah bit yang harus dibaca atau ditulis. Dengan demikian, bit berikutnya dalam halaman yang dipilih saat ini dapat dibaca.



Friday, November 18, 2011

Jenis-Jenis Monitor Komputer

  1. Cathode Ray Tube 

Pada monitor CRT, layar penampil yang digunakan berupa tabung sinar katoda. Teknologi ini memunculkan tampilan pada monitor dengan cara memancarkan sinar elektron ke suatu titik di layar. Sinar tersebut akan diperkuat untuk menampilkan sisi terang dan diperlemah untuk sisi gelap.
Teknologi CRT merupakan teknologi termurah dibanding dengan kedua teknologi yang lain. Meski demikian resolusi yang dihasilkan sudah cukup baik untuk berbagai keperluan. Hanya saja energi listrik yang dibutuhkan cukup besar dan memiliki radiasi elektromagnetik yang cukup kuat.


2.  Liquid Crystal Display

Monitor LCD tidak lagi menggunakan tabung elektron tetapi menggunakan sejenis Cristal Liquid yang dapat berpendar. Teknologi ini menghasilkan monitor yang dikenal dengan nama Flat Panel Display dengan layar berbentuk pipih, dan kemampuan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan dengan CRT. Karena bentuknya yang pipih, maka monitor jenis flat tersebut menggunakan energi yang lebih kecil dan banyak digunakan pada komputer-komputer portabel.

Kelebihan yang lain dari monitor LCD adalah adanya Brightness Ratio yang telah menyentuh angka 350:1. Brigtness Ratio merupakan perbandingan antara tampilan yang paling gelap dengan tampilan yang paling terang.
Liquid Crystal Display menggunakan Cristal Liquid yang dapat berpendar. Kristal cair merupakan molekul organik kental yang mengalir seperti cairan, tetapi memiliki struktur spasial seperti kristal (ditemukan oleh pakar Botani Austria – Rjeinitzer tahun 1888). Dengan menyorotkan sinar melalui kristal cair, intensitas sinar yang keluar dapat dikendalikan secara elektrik sehingga dapat membentuk panel-panel datar.

Lapisan-lapisan dalam sebuah LCD:
•    Polaroid belakang
•    Elektroda belakang
•    Plat kaca belakang
•    Kristal cair
•    Plat kaca depan
•    Elektroda depan
•    Polaroid depan

Elektroda dalam lapisan tersebut berfungsi untuk menciptakan medan listrik pada kristal cair, sedangkan polaroid digunakan untuk menciptakan suatu polarisasi.
Dari sisi harga, monitor LCD memang jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan monitor CRT. Dan beberapa kelemahan yang masih dimilikinya seperti kurang mampu digunakan untuk bekerja dalam berbagai resolusi, seperti misalnya monitor dengan resolusi 1024 X 768 akan terkesan agak buram jika dipekerjakan pada resolusi 640 X 420. Tetapi akhir-akhir ini kelemahan tersebut sudah mulai di atasi dengan teknik anti aliasing.

3. Plasma Gas
Monitor jenis ini menggabungkan teknologi CRT dengan LCD. Dengan teknologi yang dihasilkan, mampu membuat layar dengan ketipisan menyerupai LCD dan sudut pandang yang dapat selebar CRT.
Plasma gas juga menggunakan fosfor seperti halnya pada teknologi CRT, tetapi layar pada plasma gas dapat perpendar tanpa adanya bantuan cahaya di belakang layar. Hal itu akan membuat energi yang diserap tidak sebesar monitor CRT. Kontras warna yang dihasilkan pun lebih baik dari LCD. Teknologi plasma gas ini sering bisa kita jumpai pada saat pertunjukan-pertunjukan musik atau pertandingan-pertandingan olahraga yang spektakuler. Di sana terdapat layar monitor raksasa yang dipasang pada sudut-sudut arena tertentu. Itulah monitor yang menggunakan teknologi plasma gas.